nutrendsidomuncul.com

nutrendsidomuncul.com

Sehat dan Sukses meraih Kebebasan Finansial secara Teamwork. Bisnis Nutrend dari PT.Sido Muncul Indonesia

nutrendsidomuncul.com RSS Feed
 
 
 
 

Nutrend Kiddy baik untuk pertumbuhan dan nafsu makan anak

Nutrend Kiddy
Nutrend Kiddy

Pada masa pertumbuhan, anak-anak memerlukan suplemen dalam dosis yang tepat untuk menunjang kesehatannya. Seringkali orang tua menghadapi masalah kesehatan pada anak seperti susah makan dan mudah sakit. Nutrend Kiddy diformulasikan khusus sebagai suplumen anak yang mengandung madu, royal jelly, curcuminoid, ekstrak meniran (phyllanthus herba), tienchi (panax notoginseng) dan DHA.

 

Kemasan:
Botol isi 150 ml
POM SD 061626711

Cara Pakai:
Untuk anak umur 2-5 tahun  1X sehari 1 sdt
Untuk anak umur >6  tahun  1X sehari 1 sdm

Product Knowledge:
Pada masa pertumbuhan, anak-anak memerlukan suplemen dalam dosis yang tepat untuk menunjang kesehatannya. Seringkali orang tua menghadapi masalah kesehatan pada anak seperti susah makan dan mudah sakit. Nutrend Kiddy diformulasikan khusus sebagai suplumen anak yang mengandung madu, royal jelly, curcuminoid, ekstrak meniran (phyllanthus herba), tienchi (panax notoginseng) dan DHA.Kandungan dan manfaat:

Royal Jelly

 

·    Meningkatkan kesehatan fisik dan daya tahan tubuh secara umum.

·    Memperbaiki sirkulasi darah.

·    Memperbaiki nafsu makan.

Curcuminoid
Curcuminoid mempunyai efek antioksidan, anti karsinogenik, anti peradangan, anti virus, mempunyai efek imunomodular dan dapat meningkatkan nafsu makan.Meniran
Kandungan dalam meniran adalah filantin, hipofilantin, kalium, daman dan tanin. Filatin dan hipofilantin bersifatheparoprotektor dan berkhasiat melindungi sel hati dari zat toksik. Disamping itu meniran juga berfungsi sebagai imunomodular, membantu meningkatkan daya tahan tubuh, menambah nafsu makan.

Tienchi berkhasiat untuk:
Meningkatkan sirkulasi darah.
Memelihara energi vital dan menstimulasi pertumbuhan secara emphiris, pengginaan tienchi pada anak diyakini dapat menaikan tinggi badan.

DHA merupakan asam lemak tak jenuh ganda rantai panjang atau dikenal dengan omega 3. DHA adalah membran yang paling penting berkaitan dengan fungsi sambungan antar sel syaraf. Selain berfungsi untuk otak, DHA mempunyai peranan penting untuk kesehatan antara lain:

 

·   Melindungi jantung, mengatur sirkulasi dan mekanisme kerja pembuluhnya

·   Membantu anak berkonsentrasi

 

Satuan : 150 ml / Botol
Berat : 0,34 Kg

Harga : Rp 70.000

PV : 5,00
BV : 50.000,00

 

Irwan Hidayat, Presdir Sido Muncul, Kepercayaan Jadi Kunci Sukses

mbah maridjan
mbah maridjan
Kuku Bima
Kuku Bima

“Kuku Bima Energi..rosa…rosa.” Kata Mbah Maridjan, juru kunci Gunung Merapi. Kata-kata Mbah Maridjan ini cukup dikenal oleh publik. Dan, mendengar kata tersebut, asosiasi masyarakat akan tergiring pada sebuah produk minuman kesehatan produksi Sido Muncul.
Bukan hanya Mbah Maridjan, sederet nama beken seperti petinju nasional Chris Jhon, artis Rieke ‘Oneng’ Diah Pitaloka, pengusaha papan atas sekaligus budayawan Setiawan Djodi, bintang pop Sophia Latjuba, pakar pemasaran Rhenald Kasali, dan kelompok musik yang sedang digandrungi “Dewa” juga digandeng Sido Muncul. Tak pelak Sido Muncul, sebuah perusahaan jamu yang berbasis di Kabupaten Semarang-Jawa Tengah. pun jadi kian terkenal.
Langkah pemasaran dengan menggandeng publik figur-publik figur seperti di atas adalah gebrakan dari seorang Irwan Hidayat, Presiden Direktur PT Sido Muncul,
Di tangan Irwan Hidayat-lah, generasi ketiga, Sido Muncul menjelma menjadi industri jamu yang setara dengan industri farmasi. Padahal, pada awalnya, Sido Muncul tidaklah terlalu istimewa. Perusahaan jamu yang dirintis Sang Nenek, Ny Rakhmat Sulistyo dengan merek dagang Sido Muncul, sejak November 1951 itu sama saja seperti industri jamu lain yang ribuan jumlahnya dengan beragam merek.
Saat dipegang Irwan, perusahaan menanggung utang dan hampir tak memiliki aset yang berarti. Namun Irwan Hidayat (kelahiran Yogyakarta tahun 1947) berpendirian perusahaan warisan keluarga itu harus diselamatkan.
Dan kerja keras dan keuletan Irwan berbuah manis. Sido Muncul siap mendunia dengan beragam produk jamu yang sudah teruji secara klinis. Bahkan pada tahun 2000, pemerintah telah memberi lisensi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) kepada Sido Muncul.
Berdasarkan lisensi sertifikat COPB Irwan Hidayat menjadi berani lantang menyebutkan, “Kini kami siap menghadapi persaingan global.” Dengan CPOB “gengsi” jamu terangkat menjadi setara dengan obat. Atau, paling tidak jamu menjadi obat alternatif yang terbukti dapat diuji secara klinis keabsahan dan keilmiahannya sebagai obat. Dengan CPOB terbuka pula pasar yang seluas-luasnya bagi setiap jamu produksi Sido Muncul. PT Sido Muncul kini sedikitnya memiliki 150 item produk jamu baik yang bermerek (branded) maupun yang generik. Sedikit diantara produk bermerek unggulan Sido Muncul, antara lain Kuku Bima, Tolak Angin, Kunyit Asem, Jamu Komplit, Jamu Instan, STMJ, Anak Sehat, dan lain-lain.
Kepercayaan
Kepercayaan menjadi salah satu kunci keberhasilan Irwan. Komitmen inilah yang dipegangnya.”Salah satu yang membuat kita sukses adalah kalau kita itu mendapat kepercayaan dari berbagai pihak, apa pun bentuk kepercayaan itu. Uang yang ditanam di luar negeri jumlahnya mencapai US$ 1 triliun. Kalau itu tidak balik, berarti karena kita tidak dipercaya. Sama saja,” ujarnya.
Termasuk kepada etnis Tionghoa, Irwan sangat berambisi membangun kepercayaan dari kelompok masyarakat ini. Pasalnya, masih besar peluang keuntungan (profit opportunity) yang mungkin didapat dari etnis ini. Inilah obsesi dirinya.
Menggaet Setiawan Djodi sebagai bintang iklan adalah salah satu cara untuk menggapai ambisinya itu. Pertimbangan SidoMuncul adalah, keluarga Setiawan dikenal sebagai keluarga yang dekat dengan etnis Tionghoa khususnya di wilayah Yogyakarta. Kakek Setiawan yakni Dr. Wahidin Soedirohoesodo sering menjadi mediator bagi keluarga Tionghoa yang sedang cekcok atau bermasalah. Tidak rasialis dan tidak pula dikriminatif. Itulah pesan utama yang ingin disampaikan.
Dengan menggunakan bintang iklan Setiawan Djodi, Irwan berharap bisa menggerakkan bangsa kita khususnya etnis Tionghoa untuk mencoba minum jamu. Sebab dirinya yakin bahwa produk jamu tidaklah jelek seperti pandangan yang masih melekat di pikiran banyak orang.
”Harapan saya, kalau masyarakat Tionghoa tahu bahwa Mas Djodi itu orang yang sangat demokratis dan antirasialisme, saya rasa itu akan lebih menyentuh. Beda sekali jika bintang iklannya Wynne Prakusya, itu pantas-pantas saja karena dia memang dari etnis Tionghoa,” tutur laki-laki yang hanya tamat SMA ini. (int/bdi) sumber : metroriau.com

Irwan Hidayat , Generasi ke 3 Sido Muncul

Irwan Hidayat

Irwan Hidayat

Nama:
Irwan Hidayat
Lahir:
Yogyakarta, 23 April 1947
Jabatan:
Presiden Direktur PT Sido Muncul
Alamat Kantor:
Jalan Soekarno Hatta km 28, Kecamatan Bergas, Klepu, Semarang, Indonesia
Telp. (0298) 523.515, Faks.523.509

Di tangan Irwan Hidayat, generasi ketiga, Sido Muncul menjelma menjadi industri jamu yang setara dengan industri farmasi. Sido Muncul siap mendunia dengan beragam produk jamu yang sudah teruji secara klinis. Tahun 2000, pemerintah telah memberi lisensi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) kepada perusahaan jamu yang dirintis Sang Nenek, Ny Rakhmat Sulistyo dengan merek dagang Sido Muncul, sejak November 1951 itu.

Awalnya, Sido Muncul tidaklah terlalu istimewa, sama saja seperti industri jamu lain yang ribuan jumlahnya dengan beragam merek. Irwan Hidayat (kelahiran Yogyakarta tahun 1947), bersama empat orang adiknya sebagai generasi ketiga pemilik Sido Muncul, menerima warisan perusahaan pada tahun 1972 sesungguhnya sedang dalam keadaan kurang menguntungkan.

 

Perusahaan menanggung utang dan hampir tak memiliki aset yang berarti. Utang bahan baku, kalau dihitung-hitung, itu setara dengan 30 bulan omzet perusahaan. Aset pabrik hanya 600 meter persegi, itupun tanpa memiliki sebuah mesin pun. Irwan Hidayat, Presiden Direktur PT Sido Muncul, menggambarkan kondisi perusahaan yang demikian apa adanya sebagai warisan keluarga yang harus diselamatkan.

Mengapa Irwan menjadi penerima ketiga tongkat estafet kepemimpinan Sido Muncul, dari pendiri Ny Rakhmat Sulistyo kepada generasi kedua ayah Irwan, lalu dari ayah turun ke generasi ketiga Irwan Hidayat, agaknya adalah pertanda garis keberuntungan Sido Muncul. Logo perusahaan semenjak berdiri hingga kini tak pernah berubah, berisi foto Irwan Hidayat dengan neneknya. Saat bayi Irwan yang tampak rewel baru akan mau berhenti menangis jika ditimang oleh sang nenek.

Ketika terjadi clash-II tahun 1949, keluarga Sulistyo hijrah dari Yogyakarta menuju Semarang. Bayi mungil Irwan Hidayat ikut diboyong. Dua tahun kemudian perusahaan jamu Sido Muncul resmi berdiri, di Semarang. dengan membawa logo perusahaan foto Irwan Hidayat bersama neneknya.

Foto pendiri sebagai logo perusahaan jamu sedang trend, ketika itu, sama seperti logo jamu Nyonya Item dan Nyonya Kembar keluaran Ambarawa, demikian pula logo jamu Nyonya Meneer dari Semarang. Menurut penuturan Irwan Hidayat, ketika hendak memberi logo pada perusahaan jamunya, sang nenek berpikir kalau fotonya dan suami yang dipasang kelihatan aneh. Maka, sebagai cucu yang paling dekat jadilah foto Irwan Hidayat dipilih sebagai pendamping.

Sebagai bisnis keluarga yang dikelola turun-temurun, Irwan Hidayat mencoba tetap bertahan menghadapi pasang surut bisnis jamu. Dia percaya akan ada titik terang yang akan mencerahkan harapan dan kepercayaannya kepada industri jamu, sebuah produk tradisional khas Indonesia yang berfungsi menjaga kesehatan dan merawat kecantikan tubuh manusia. Karena jamu merupakan warisan nenek-moyang, yang sudah mendarah-daging di hati segenap warga masyarakat, wajar jika Irwan berharap masyarakat masih akan memberikan kepercayaan kepada jamu. Hingga tahun 1993 terang itu masih belum ditemukan.

Mau belajar
Irwan lalu menyadari bahwa telah terdapat banyak kesalahan yang pernah dilakukannya hanya karena ketidaktahuan. Di tahun 1993, secara tak terduga ia memperoleh pelajaran sangat berharga justru dari orang gila. Orang gila ini dengan terus terang menyebutkan bahwa jamu yang dibuat Irwan Hidayat pahit, tidak enak. Irwan kemudian berpikir keras bagaimana membuat jamu yang disukai. Pelajaran berharga lain masih diperolehnya. Dari biro iklan yang menolaknya mengajarkan, bahwa menjalankan bisnis harus dengan hati nurani. Dan dari tukang bajaj, diperolehnya pelajaran yang mengajarkan setiap kita mempunyai tanggungjawab sosial, beribalah dengan hati, bukan sekedar kewajiban.

Irwan berkesimpulan perusahaannya sebagai pioner industri jamu modern harus memiliki visi memberi manfaat lebih banyak kepada masyarakat, dan tidak mengejar keuntungan semata. Berdasarkan rasa tanggungjawab sosial itulah, Sido Muncul mengambil inisiatif memberikan anugerah tahunan Sido Muncul Award kepada setiap individu yang rela memberikan sebagian hidupnya untuk membantu sesama yang kurang beruntung, atau kepada individu yang peduli dan peka terhadap masalah sosial.

Di lain masa ketidaktahuan lain justru pernah menyelamatkan Irwan Hidayat. Tahun 1997 ketika banyak industri dan pelaku usaha terseok-seok karena hantaman badai krisis melanda ekonomi Indonesia, Sido Muncul justru membangun pabrik jamu modern dengan sertifikasi industri farmasi. Ia, yang tidak mempunyai utang dalam dolar AS, itu nekat membangun pabrik. Karena tidak tahu, dari Rp 15 miliar uang yang dianggarkan biaya pembangunan pabrik, itu membengkak menjadi Rp 30 miliar.

Selain pabrik, laboratorium Sido Muncul juga distandarkan dengan laboratorium farmasi. Di kawasan pabrik seluas 32 hektar dia membangun laboratorium seluas 3.000 meter persegi berbiaya Rp 2,5 miliar, pabrik seluas tujuh hektar, termasuk pabrik mie. Di areal sama ikut dikembangkan sarana agrowisata seluas 1,5 hektar.

Makna kenekatan karena ketidaktahuan telah menyelamatkan, itu baru dimaknai oleh Irwan Hidayat setelah memperoleh buah dari kerja kerasnya. Tahun 2000 Departemen Kesehatan memberikan sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) kepada PT Sido Muncul, sertifikat yang biasanya diberikan hanya kepada industri farmasi. Dengan CPOB lisensi pembuatan jamu Sido Muncul disetarakan dengan lisensi obat-obatan produksi industri farmasi. Karenanya, jika Sido Muncul yang industri jamu memperoleh sertifikat CPOB, ini adalah sebuah lompatan besar. Sebab sebelumnya kepada industri sejenis sertifikat paling tinggi yang pernah diberikan pemerintah adalah Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB).

Berdasarkan lisensi sertifikat COPB Irwan Hidayat menjadi berani lantang menyebutkan, “Kini kami siap menghadapi persaingan global.” Dengan CPOB “gengsi” jamu terangkat menjadi setara dengan obat. Atau, paling tidak jamu menjadi obat alternatif yang terbukti dapat diuji secara klinis keabsahan dan keilmiahannya sebagai obat. Dengan CPOB terbuka pula pasar yang seluas-luasnya bagi setiap jamu produksi Sido Muncul. PT Sido Muncul kini memiliki 150 item produk jamu baik yang bermerek (branded) maupun yang generik. Sedikit diantara produk bermerek unggulan Sido Muncul, antara lain Kuku Bima, Tolak Angin, Kunyit Asem, Jamu Komplit, Jamu Instan, STMJ, Anak Sehat, dan lain-lain.

Kelengkapan infrastruktur pabrik dan beragam produk untuk konsumsi masyarakat mulai dari kalangan bawah hingga atas, memberi kesempatan kepada Irwan untuk tinggal menggenjot pemasaran. Tak seperti kebanyakan direktur perusahaan lain Irwan Hidayat dengan rendah hati mau melepas jas dan dasi untuk keluar-masuk atau blusak-blusuk ke pasar-pasar tradisional yang pastinya beraroma khas tidak mengenakkan. Ia ingin mengetahui peta pasar produk-produk Sido Muncul, memahami persoalan yang muncul di lapangan, sekaligus berdialog dan bertatap muka langsung dengan para pedagang dan penjaja jamu gendong. Pada sisi lain, Irwan ingin agar para pedagang merasa terhormat ketika dikunjungi.

Tembus pasar asing
Keterbatasan pasar adalah kendala klasik yang dialami hampir oleh seluruh industri jamu di tanah air. Sebuah keterbatasan yang bermula dari kekurangpercayaan masyarakat terhadap jamu secara utuh. Padahal, “Semua dimiliki oleh jamu, ribuan spesies tanaman obat ada di Indonesia, ahli pembuat jamu banyak. Yang tidak dimiliki industri jamu adalah kepercayaan. Kepercayaan konsumen itu yang harus kita bangun,” kata Irwan Hidayat, yang sebelum menggeluti industri jamu pernah bekerja di sebuah perusahaan farmasi.

Ketidakpercayaan muncul sebab tak ada rujukan resmi untuk bertanya atau konsultasi tentang jamu. Jika obat-obatan farmasi mengenal dokter, demikian pula obat tradisional keluaran China mengenal istilah sinshe sebagai pengobat, tidak demikian halnya dengan jamu. Jamu tidak mengenal istilah tabib jamu, dokter jamu, sinshe jamu, atau pengobat jamu yang bisa berperan membangun kepercayaan publik bahwa jamu punya kredibilitas dalam hal kebersihan, uji toksisitas (tingkat peracunan), dan syarat-syarat lain yang harus dipenuhi oleh setiap obat.

Kekurangpercayaan itulah yang membuat “pohon” industri jamu tetap kerdil membonsai, perputaran uangnya hanya Rp 2 triliun pertahun. Itu pun dibagi kepada 650 perusahaan pabrik jamu. Bandingkan misalnya, dengan omset obat industri farmasi yang tahun 2003 mencapai Rp 20 triliun untuk 260 perusahaan. Untung saja, jika bahan baku industri farmasi sekitar 30 persen merupakan bahan baku impor maka industri jamu 99 persen bahan bakunya berasal dari bumi Indonesia.

Struktur pangsa pasar jamu dan obat Indonesia berbeda terbalik seratus delapan puluh derajat dengan China. Di sana obat-obatan tradisional jauh lebih besar pangsa pasarnya daripada obat modern. Karena itulah, dengan CPOB semangat Irwan tumbuh kuat berusaha keras agar bisa menembus pasar China. Semangat menembus pasar China bermakna dua hal: Memasuki pangsa pasar obat-obatan tradisional China yang masih terbuka luas, serta sebagai peredam ampuh atas maraknya obat-obatan tradisional China yang dibawa oleh para sinshe ke Indonesia. Mudahnya Indonesia ditembus produk China sangat kontras dengan ketatnya pemerintah China melindungi industri obat-obatan tradisionalnya.

Irwan Hidayat sesungguhnya tak ingin mempersalahkan siapapun. Ia lebih suka mengembangkan cita-cita sendiri: Bagaimana menjadikan industri jamu sebagai bagian dari pembangunan sistem kesehatan nasional. Ia sedang merintis langkah untuk mendidik para pengobat, seperti halnya China mengembangkan pengobatan dengan cara mendidik para sinshe. “Saya punya cita-cita ada pendidikan naturopath di Indonesia, sebenarnya Departemen Kesehatan bisa membantu ke arah sana, toh naturopath ini bukan hal baru, sudah diakui keberadaannya, dan kita punya potensi bagus di bidang ini,” ujar Irwan.

Diversifikasi produk
Irwan Hidayat dengan Sido Munculnya belakangan sudah berhasil menembus pasar Hongkong. Ia kini tinggal berusaha lebih keras lagi memasuki China. Irwan harus bisa membuktikan bahwa produknya lebih baik dari yang dimiliki China. Keberhasilan menembus pasar negara asing akan menjadi gaung yang berbalik untuk meningkatkan kepercayaan pasar dalam negeri.

Irwan Hidayat telah melakukan banyak hal untuk memupuk kepercayaan pasar dalam negeri dimaksud. Dengan melakukan diversifikasi produk, misalnya. Irwan Hidayat mulai mengembangkan produk berdasarkan brand atau merek terutama untuk minuman kesehatan dalam bentuk serbuk. Irwan juga mulai gencar mengembangkan produk lain karena yakin potensi pasarnya masih besar, seperti produk mie instan, permen kesehatan, dan minuman kesehatan dalam bentuk cair. Tidak tanggung-tanggung, Irwan menggunakan publik figur terkemuka dari kalangan atas sebagai bintang iklan untuk mempromosikan produk jamunya.

Tak kurang pengusaha papan atas sekaligus budayawan Setiawan Djodi, atau bintang pop Sophia Latjuba, pakar pemasaran Rhenald Kasali, dan kelompok musik yang sedang digandrungi “Dewa”, adalah sekelumit figur publik yang Irwan Hidayat gunakan untuk meningkatkan citra Sido Muncul. Dari kalangan selebritis lain ada Dony Kesuma dan Rieke Dyah Pitaloka yang mempromosikan minuman energi. Kehadiran figur-figur kalangan menengah-atas dalam iklan, itu dimaksudkan pula untuk membangun pasar vertikal bahwa kelompok masyarakat menengah-atas termasuk lintas etnis juga berhak minum jamu. Iklan-iklan Sido Muncul pernah berhasil mendapatkan penghargaan Anugerah Cakram tahun 2002 untuk kategori pengiklan terbaik.

Irwan Hidayat tetap tak merasa cukup memajang para selebritis sebagai alat mempromosikan Sido Muncul. Dia sendiri aktif turun ke bawah, terjun langsung ke pasar, menjumpai para distributor, agen, bahkan pedagang jamu gendong atau pemilik kios jamu yang sehar-hari memasarkan produknya. Irwan mempunyai 60 distributor tersebar di setiap kabupaten di Pulau Jawa, sebagai mitra usaha. Semua distributor itu ditunjang oleh keberadaan 120.000 orang pedagang jamu gendong dan 30.000 depot jamu. Jaringan pemasaran hingga ke tingkat yang paling bawah demikian, sebagai ujung tombak pemasaran, rajin dikunjungi Irwan. Setiap kunjungan selain menyentuh sifatnya juga membuat ikatan diantara perusahaan dengan jaringan pemasaran menjadi lebih kuat.

Bukti konkret keberhasilan model pemasaran menjambangi semua tingkatan, adalah, hanya dalam tempo tiga bulan semenjak diluncurkan, salah satu produk minuman kesehatan Sido Muncul bisa terjual 16 juta bungkus. Atau, sekitar seperenam dari pasar minuman kesehatan yang dikuasai oleh minuman sejenis yang telah lebih dahulu masuk dan memimpin pasar.

Iklan-iklan Sido Muncul pernah berhasil mendapatkan penghargaan Anugerah Cakram tahun 2002 untuk kategori pengiklan terbaik. Keseriusan Irwan Hidayat masih membuahkan beragam penghargaan lain. Seperti, penghargaan Kehati Award tahun 2001, Bung Hatta Award tahun 2002 sebagai perusahaan teladan, Produk Terbaik dari ASEAN Food Conference ke-8, Penghargaan Merek Dagang Indonesia tahun 2003, dan penghargaan dari Departemen Perhubungan dan Departemen Tenaga Kerja sebagai pelaku bisnis peduli lingkungan, karena telah menyelenggarakan program mudik Lebaran gratis buat para pedagang jamu yang telah dilakukan sejak tahun 1995. ?ht, sumber utama  Kompas, Sinar Harapan

Pertanyaan Seputar Kolostrum

 

Apakah kolostrum merupakan salah satu produk susu?

Bukan, kolostrum bukan produk susu. Kolostrum diperoleh sebelum air susu dikeluarkan dari kelenjar mammary. Perbedaan kolostrum dan susu terletak pada kandungan zat antibodi dan nutrisi pada kolostrum yang sangat tinggi dan mengandung laktosa dalam jumlah yang sangat sedikit.


Apakah yang membuat kolostrum yang diproduksi Nutrend (Immuno Dinamic Inc.) berbeda dari produk sejenis yang beredar di pasaran?

Kolostrum ini berbeda dengan produk kolostrum  lain yang beredar di pasaran karena kolostrum yang digunakan pada produk Immuno Dinamic Inc  benar-benar kolostrum yang pertama kali keluar dari kelenjar mammary. Ini diperoleh dalam 6 jam pertama setelah kelahiran. Makin cepatnya  proses pengambilan kolostrum maka faktor imunitasnya akan semakin baik.


Bagaimana perusahaan lain mengklaim mereka benar-benar memiliki kolostrum yang terbaik?

Ada beberapa perusahaan yang mengklaim kolostrumnya terbaik karena jenis susu (fluida/cairan) yang diproduksi mamalia betina pada 24-36 jam pertama langsung setelah proses kelahiran. Mereka mengklaim pengambilan kolostrum selanjutnya masih bisa  dilakukan dalam 36-72 jam pertama setelah kelahiran.  Hal ini tidak benar karena setelah pertama dikeluarkan, kualitas kolostrum akan semakin berkurang dengan cepat.


Mengapa kolostrum dibekukan setelah diambil? Mengapa tidak dilarutkan di dalam air?

Jika kolostrum yang asli dilarutkan di dalam air menyebabkan kolostrum tidak dapat dikembalikan lagi pada kondisi awalnya. Kolostrum dibekukan setelah diambil untuk menjaga bioaktivitas dan menghindari perubahan kimia. Pembekuan merupakan cara yang lebih baik  untuk mempertahankan  bioaktivitas  produk.


Apakah kolostrum sudah mengalami proses pengurangan kandungan lemak?

Tidak, karena banyak  faktor imunitas yang terkandung dalam  lemak. Proses pengurangan lemak  akan mengurangi kualitas kolostrum. Produk kami tidak menambahkan atau mengurangi zat-zat dalam kolostrum.


Apakah laktosa telah dihilangkan dari kolostrum?

Tidak, setiap waktu kolostrum melewati tahapan perubahan kadar laktosa, tapi kolostrum yang diambil pada 0-6 jam pertama mengandung laktosa dalam jumlah yang sedikit 25 mg per 200 mg kolostrum.


Jika saya mengalami laktosa intoleran, apakah saya bisa mengkonsumsi produk ini?

Secara umum jawabannya bisa saja, karena konsumsi lebih dari 77 mg laktosa dapat menimbulkan respon pada orang yang mengalami laktosa intoleran. Produk Immuno Dinamic mengandung kurang dari 25 mg per 200 mg kolostrum.  

 

Banyak produk yang merekomendasikan penggunaan kolostrum 2-4 gram setiap hari untuk mendapatkan manfaat yang baik, mengapa anda menyarankan penggunaan dalam jumlah yang jauh lebih sedikit?

Jika anda menggunakan kolostrum  sebanyak 200 mg dengan kualitas baik sudah cukup menimbulkan respon sistim imun yang diinginkan.


Apakah hormone pertumbuhan bagi sapi terdapat pada produk anda?

Tidak, suplemen hormone tidak diberikan pada pakan sapi yang diambil  kolostrumnya.


Apakah kolostrum diproduksi dari sapi yang diberi pakan rumput?

Perusahaan produk-produk susu di Amerika memproduksi kolostrum  dengan pasokan tetap   sepanjang tahun. Sehingga banyak lahan yang digunakan  untuk peternakan di Negara Amerika Serikat memberikan dampak lebih banyak kemungkinan penggunaan pestisida dan parasit. Sapi yang digunakan Immuno Dinamic tidak diberi pakan rumput, melainkan pellet dengan diet makanan gizi seimbang sebagai pakannya. Pemberian pakan seperti itu untuk melindungi ternak dari penyakit.


Apakah sapi-sapi yang digunakan untuk menghasilkan kolostrum bebas pestisida dan zat kimia lainnya?

Ya, dan pada prosedur Quality Control kami  membuktikan hal tersebut. Suppliers Immuno Dinamic memenuhi standar kualitas yang tinggi dan peraturan  pengawasan terhadap produk-produk susu  terbaik di dunia. 


Apakah anda tidak memperhatikan kolostrum bagi anak sapi?

Immuno Dinamic hanya mengambil kolostrum pada 0-6 jam pertama. Sedangkan sapi yang beranak akan menghasilkan 2-5 liter kolostrum. Sehingga anak sapi masih bisa mendapatkan kolostrum dari induknya disamping kolostrum pertama yang diambil.


Apakah standar yang diperhatikan dalam produksi kolostrum?

Immuno Dinamic memberikan standar yang meyakinkan dari USDA (United States Department of Agriculture). Kolostrum yang diproduksi dengan standar USDA dijamin  keamanan dan keunggulannya.


Bagaimana kolostrum Immuno Dinamic dapat dibedakan dari kolostrum peternakan New Zealand?

Data percobaan kolostrum diambil dari sapi yang terdapat dalam kumpulan program kesehatan. Sapi di New Zeland diberikan pakan rumput yang terkadang tercemar pestisida atau zat kimia, sedangkan sapi dari peternakan Immuno Dinamic diberikan diet seimbang dari pellet.


Apakah kolostrum Immuno Dinamic bebas dari penyakit yang disebabkan organisme dan zat kimia.

Petugas laboratorium telah melindungi semua material dan memberikan jaminan bebas dari organisme patogenik, bahan logam, dan zat kimia.


Apakah keuntungan produk cair dibanding dalam bentuk serbuk?

            Produk cair hanya dapat digunakan dalam kondisi tertentu dan tidak tahan lama.


Apakah keuntungan menggunakan produk anda?

Untuk menjaga fungsi organ tubuh tetap baik. Energi akan meningkat termasuk stamina dan daya tahan tubuh. Manfaat ini dihasilkan dari kolostrum dengan kualitas yang stabil.


Bagaimana cara mengumpulkan kolostrum?

Immuno Dinamic hanya mengumpulkan kolostrum, dari tingkatan yang paling baik dari tiap persediaan yang didapatkan.

 

Colatrend Nutrend

Colatrend
Colatrend

Kolostrum yang dipasarkan Nutrend dipilih karena kandungan unsur-unsur yang bermanfaat secara kuantitas & kualitas optimal hasil riset IMMUNO-DYNAMICS, INC - USA. Kolostrum yang diproduksi sejak tahun 1980 dibawah pengawasan Dr. Richard H. Cockrum selama 40 tahun lebih dan mendapat penghargaan sebagai “The Father of Colostrum”.

Kemasan:
Dus isi 30 sachet @ 15 g. Setiap sachet mengandung Kolostrum 200 mg.
Keunggulan:
Colatrend mengandung 1st MilkingTM Bovine Colostrum yang dihasilkan 0-6 jam setelah sapi melahirkan yang diproses dengan teknologi modern sehingga menghasilkan kolostrum serbuk yang berkualitas. 1st MilkingTM Bovine Colostrum memiliki keunggulan kualitas & kuantitas dengan kandungan:

1. Groth factors (faktor pertumbuhan) berperan dalam proses pertumbuhan sel, otot, jaringan, tulang dan tulang rawan yaitu FGF (Fibroblast Growth Factor) dan IGF-1 (Insulin-like Growth Factor-1).
2. Immune factors (factor imun) berperan penting dalam proses pertahanan tubuh. Diantaranya Imunoglobulin, Sitokin, Laktoferin, Proline Rich Polypeptides (PRP). Imunoglobulin tersusun atas molekul protein dan terbagi dalam 5 golongan, yaitu IgA, IgD, IgE, IgG DAN IgM yang mempunyai karakter serta fungsinya masing-masing. Secara umum imunoglobulin berperan menetralisir toksin, virus, bakteri, terutama dalam saluran pencernaan dan pernafasan.
3. Nutrient factors (faktor Nutrisi)yang berperan penting dalam proses metabolisme tubuh.

Cara Pakai:
Tuang 1 bungkus COLATREND dalam cangkir, tambahkan 150 cc air hangat (T < 500C), aduk hingga larut dan siap dihidangkan. Jangan menggunakan air panas. Dapat diminum 1-2 sachet per hari.

Satuan : 30 sachet / Dus
Berat : 0,06 Kg
Harga : Rp 373.000
PV : 26,00
BV : 260.000,00